Test
Pembaharuan 19 Maret 2013: Memperbaiki framework template dengan menyusun ulang satuan-satuan elemen yang lebih fleksibel + mengaktifkan hack meta deskripsi Blogger. Saya sarankan Anda untuk mengunduh ulang/melihat ulang blog demo framework template Blogazine
Pembaharuan 19 Maret 2013: Memperbaiki framework template dengan menyusun ulang satuan-satuan elemen yang lebih fleksibel + mengaktifkan hack meta deskripsi Blogger. Saya sarankan Anda untuk mengunduh ulang/melihat ulang blog demo framework template Blogazine
12 komentar:
-
6888 : 789012 : 923457
6079 : 345678 : 256780
3032 : 901234 : 701235
8001 : 890123 : 367891
4439 : 234567 : 367891
2834 : 901234 : 701235
9418 : 234567 : 478902
4966 : 789012 : 367891
6617 : 678901 : 690124
5371 : 456789 : 145679
5975 : 901234 : 701235
2538 : 345678 : 367891
2975 : 345678 : 256780
7505 : 345678 : 690124
6464 : 456789 : 256780
8009 : 123456 : 589013
6740 : 234567 : 690124
Seorang pria berinisial H mengaku anak jenderal bintang tiga polisi. Kelakuan H bagaikan preman. Dia bahkan berani memeras pejabat setingkat Kapolres atau pejabat di Polda yang berpangkat perwira menengah.
"H selalu menakut-nakuti polisi di jajaran bawah, terutama para kapolres dan pejabat menengah di Polda dan Polres. H selalu mengancam akan melaporkan pejabat polisi tersebut ke bapak angkatnya agar mereka segera diganti dari jabatannya," kata Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane, Minggu (18/8).
Tentu saja H hanya menggertak. IPW sudah mengkonfirmasi kelakuan H ini pada jenderal bintang tiga yang disebut-sebut itu. Hasilnya, sang Jenderal menegaskan tak kenal H.
"Tujuan H sesungguhnya adalah memeras atau meminta uang kepada korbannya," kata Neta.
Kelakuan H sudah meresahkan warga. Dia suka menakut-nakuti warga sipil maupun polisi. H pun kemana-mana membawa pistol.
"Jajaran kepolisian harus segera bertindak tegas dan menangkap H agar tidak banyak jatuh korban. Sebab apa yang dilakukan H sangat merusak citra Polri dan citra pejabat tinggi Polri," kata Neta.